Post Page Advertisement [Top]

Memori Home YTT5 Group A (5-16 July 2020)

Saya yang tergolong mahluk yang sensitif dengan "rasa" seringkali mampu menangkap pola yang mendominasi kelas yoga. Saat teacher training berlangsung, terkadang saya enggan berkomentar. Memilih tersenyum daripada membombardir dengan nasihat. Namun kali ini saya agak baper dan ingin bercerita, mumpung masih segar di ingatan. Maklumlah takut kelewat dan terus lupa karena usia saya mulai senja LOL.

Saya teringat saat pacaran dulu (entahlah dengan pacar yang mana, lupa LOL), saat berjauhan sering kangen dan saat berdekatan sering timbul rasa takut, entahlah takut karena apa. Belakangan saya tahu jawabnya, takut akan kehilangan.

Rupanya suasana ini seringkali terjadi saat YTT. Modul 1 terlewati, peserta YTT mulai tersortir. Ada yang sudah merasa cukup, namun ada juga yang minta nambah. Modul 2 terlewati, timbul rasa penasaran karena mulai merasakan kedalaman Ilmu Yin Yoga. Modul 3 terlewati, mulai merasa bodoh karena ternyata mbak Yuni kembali membuka pikiran kita tentang sesuatu yang baru. Modul 4 terlampaui, dan ternyata masih belum puas juga karena belajar lebih dalam tentang spiritualitas ala Yin yoga itu ternyata mengasyikan.

Begitulah, Yin yoga itu ibarat candu. Memancing rasa ingin tahu untuk belajar tentang hal - hal yang praktis. Meski ilmunya njelimet tapi kok logis dan membuat rindu untuk belajar lagi. Kangen berbagi, kangen suasana rumahan, dan juga mungkin kangen diomelin kalau lagi bandel. Tapi itulah kita.

Cara pendekatan bu Yuni itu sangat unik. Saat dia lagi santai, kita semua bisa merasakan jiwa keibuan yang berlimpah. Namun kalau lagi serius, terutama saat teaching practice, bu Yuni bisa terlihat "menakutkan". Pandangan matanya yang setajam burung elang mampu membesarkan volume suara di dada Anda LOL. Saat teaching practice dimulai, jangan harap kita bisa bercanda. Yang ada nanti perut mules karena malu. Karena bu Yuni akan menilai detail dan "apa adanya" semua yang terjadi saat Anda beraksi. Yang salah dibilang salah, yang baik langsung diberikan pujian. Percayalah, kritikan tipis yang dilontarkan bu Yuni bisa membawa perubahan besar pada diri Anda. (***pengalaman pribadi penulis)



Namun justru dengan cara itulah bu Yuni menunjukkan sayangnya. Bu Yuni selalu mengingatkan kita untuk tampil prima di saat nanti harus mengajar di kelas yang sesungguhnya.

Menjadi seorang guru yoga bukanlah suatu profesi yang gampangan. Ada tanggung jawab besar untuk mengajarkan kebaikan sehingga murid mendapatkan manfaat yoga, atau bahkan lebih jauh lagi dapat merasakan kedalaman yoga. Bukan justru mendapat cedera.

Kasih sayang bu Yuni kepada murid-muridnya jauh melampaui sentilan-sentilan tipis yang dilontarkan saat teaching practice. Inilah yang menjadikan Teacher Training kami selalu dirindukan. Seperti sepasang kekasih yang saling merindu dan enggan berpisah.

Begitulah kira-kira cerita di balik modul demi modul dari Yin Yoga World yang selalu menjadi idola bagi pencari kedalaman yoga dan juga kedalaman diri. Gak salah kalau sering ada komen di sosmed "Kangen bu Yuni!!! "
Na'mas'kar.






No comments:

Bottom Ad [Post Page]